Tampilkan postingan dengan label Modul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Modul. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2012

Cara Mudah Belajar Algoritma Pemograman dengan C++

Tujuan nya adalah untuk memudahkan pembuatan program baik yang sederhana maupun yang kompleks.Bagi saya pribadi C++ pada dasarnya bahasa yang hampir sama dengan bahasa C# yakni bahasa yang bertujuan untuk membuat suatu program. Yang dimaksud dengan program adalah kumpulan intruksi yang digunakan untuk mengatur computer agar melakukan suatu tindakan tertentu.
Suatu program ditulis mengikuti kaidah bahasa pemograman tertentu. Bahasa pemograman dapat di analogikan dengan bahasa yang digunakan  manusia (bahasa manusia). Kumpulan intruksi dalam bahasa manusia yang berupa sejumlah kalimat dapat anda analogikan dengan suatu program.
Dalam konteks pemograman, terdapat sejumlah bahasa pemograman, seperti : Pascal, C, C++, dan Basic.

Baiklah untuk mempersingkat waktu dengan cara menganalisis riset dari suatu masalah dan membuat algoritma sederhana transaksi pembayaran pada swalayan yang menggunakan seleksi fungsi if else untuk membuat program transaksi pembayaran.

Permasalahan :
Suatu swalayan memberikan diskon sebesar 10 % bagi siapa saja yang berbelanja sebesar Rp100.000  atau lebih. Buatlah algoritma untuk menghitung nilai uang yang harus dibayar oleh pembeli.
Solusi: Pemecahan masalah ini dalam bentuk diagram alir data dan pseudecode  dapat dilihat pada gambar berikut.

  1. Masukkan (pembelian)
  1. Jika pembelian >= 100000 maka diskon 
  2. ß 0.1* pembelian sebaliknya diskon 0 akhir-jika
  1. pembayaran
  2. ß pembelian – diskon
  1. tampilkan (pembayaran

Flowchartnya :

 


 





Demikianlah riset contoh algoritma toko swalayan sederhana yang telah menjadi program transaksi yang sederhana.



By@Si OTAK MATI

Tutor Basic C++

Sekedar berbagi dari tutor sebelah..... Razz

Tutorial ini untuk siapa saja, walaupun anda belum pernah melakukan pemrograman, atau jika andapun berpengalaman dalam pemrograman dengan bahasa pemrograman lain tapi ingin mempelajari bahasa C++, ada baiknya anda mengikuti penjelasan disini.


C++ adalah sebuah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek, seperti bahasa orang yang banyak memiliki dialek. Dalam C++, dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari Jepang atau Indonesia, melainkan karena bahasa ini memiliki beberapa kompiler yang berbeda. Ada empat kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 Watcom, dan DJGPP. Anda dapat mendownload DJGPP atau mungkin saja anda telah memiliki kompiler lain.


Setiap kompiler ini agak berbeda. Setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi fungsi standar C++ ANSI/ISO, tetapi masing masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi fungsi nonstandard (fungsi fungsi ini, agak mirip dengan ucapan yang tidak standar yang diucapkan orang diberbagai pelosok negeri. Sebagai contoh, di New Orleans kata median disebut neutral ground). Kadang kadang pemakaian fungsi nonstandard akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data (source code) (yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer) mempergunakan kompiler yang berbeda. Tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.

Bila anda belum mempunyai sebuah kompiler, disarankan agar anda segera memiliki sebuah kompiler. Sebuah kompiler sederhana sudah cukup untuk dipergunakan oleh anda dalam mengikuti tutorial ini.

Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa yang amat berbeda. Untuk kompiler C++ berbasis DOS, akan memerlukan beberapa kata kunci (keywords); keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output. Walau hampir semua fungsi dalam file library tampaknya bias diakses oleh header filenya. 


Coba kita lihat program sesungguhnya :#include int main() { cout<<"HEY, you, I'm alive! Oh, and Hello World!"; return 0; } Marilah kita lihat elemen dari program diatas. Tanda #include adalah sebuah prosesor pengarah yang mengatakan kepada kompiler untukmeletakan kode dari header file iostream.h kedalam program. Dengan menyertakan header file, anda dapat mengakses banyak fungsi fungsi berbeda. Dalam contoh diatas, fungsi cout memerlukan file iostream.h. Pada baris berikutnya yang penting adalah int main(). Baris ini mengatakan kepada kompiler bahwa ada sebuah fungsi bernama main, yang mana fungsi itu mengembalikan sebuah integer, sehingga diberi tanda int. 


Tanda kurung ({ dan }) menandakan awal dan akhir fungsi dalam program diatas dan menghentikan kode lainnya. Jika anda memakai bahasa Pascal, anda akan mempergunakan perintah BEGIN dan END. Baris berikutnya dari program diatas agak aneh. Jika anda menulis sebuah program mempergunakan bahasa lain, anda akan mengetahui bahwa perintah print akan menampilkan text di layar monitor. 


Dalam bahasa C++ tidaklah demikian, pemakaian fungsi cout dipakai untuk menampilkan text di layar monitor anda. Itu juga memakai tanda atau symbol <;<; , yang diketahui sebagai operator pemasukan ( insertion operators). Tanda tersebut mengatakan kepada kompiler agar segera menghasilkan output sesuai dengan input anda. Tanda semicolon ditambahkan kedalam bagian akhir dari semua fungsi yang dipanggil dalam bahasa C++; tanda seterusnya memperlihatkan variable yang anda deklarasikan. Pada baris itu juga ada kode yang memerintahkan fungsi main kembali ke 0. Pada saat satu kali kembali diproses, itu dilakukan melalui system operasi. Sebagai catatan, pendeklarasian fungsi main yang tidak diinginkan memiliki proses kembali, dapa ditambahkan - void main() - dan biasanya itu berfungsi dengan baik; namun cara ini merupakan cara yang kurang baik. Tanda kurung terakhir berperan sebagai penutup agar fungsi dihentikan. Anda bias mencobamengoperasikan fungsi ini didalam sebuah kompiler. Anda dapat melakukan cut dan paste kode diatas kedalam sebuah file, dan menyimpannya sebagai file.cpp, dan kemudian anda buka file itu dari dalam kompiler anda. J


ika anda memakai baris perintah kompiler seperti yang ada dalam Borland C++ 5.5, sebaiknya anda membaca dahulu instruksi kompiler tentang bagaimana cara melakukan kompilasi (how to compile). Comment atau komentar sering dipakai dalam penulisan program. Ketika anda mengatakan kepada kompiler bahwa sebuah bagian dari program anda adalah tex komentar, kompiler tidak akan memasukan itu sebagai perintah pemrograman. 


Untuk membuat sebuah komentar dipergunakan tanda //, yang mengaakan kepada kompiler bahwa baris berikut adalah komentar, atau memakai tanda /* dan kemudian diakhiri tanda */ untuk menandai bahwa segala yang ada antara kedua tanda ini adalah komentar. Beberapa kompiler akan mengubah warna area komentar, tetapi beberapa kompiler lain tidak. Berhati hatilah dalam menulis program anda agar kode program anda tidak dianggap sebagai komentar oleh kompiler karena dapat mempengaruhi output program yang anda buat. Selanjutnya anda harus dapa menuliskan program sederhana untuk menampilkan informasi yang anda ketikan kedalamnya. 


Selain itu, program juga bisa dibuat untuk menerima input. Fungsi yang dipakai adalah cin, dan diikuti dengan tanda >>.

Tentu saja sebelum anda mencoba menerima input, anda harus memiliki tempat penyimpan input. Dalam pemrograman, input dan data disimpan dalam variable. Ada beberapa jenis variable. Pada saat anda ingin mengatakan kepada kompiler sebuah variable yang anda deklarasikan, anda harus menyertakan tipe data dan nama dari variable itu. Beberapa cara dasar adalah dengan menuliskan include char, int, dan float.

Sebuah variabel char menyimpan sebuah karakter tunggal; variabel int akan menyimpan integer (bukan bilangan desimal), dan variables float akan menyimpan bilangan desimal. Setiap variable - char, int, dan float - merupakan sebuah kata kunci (keyword) yang and pergunakan pada saat anda mendeklarasikan sebuah variabel. Untuk mendeklarasikan sebuah variable anda memakai syntax type . Ini diijinkan untuk mendeklarasikan variable multiple dari jenis variable yang sama pada baris yang sama; masing masing variabelnya dipisahkan dengan tanda koma. Deklarasi sebuah variable atau sekelompok variabel dapat diikuti tanda semicolon (Catatan, tanda ini sama dengan yang diterapkan pada prosedur dimana anda akan memanggil sebuah fungsi).


Jika anda tidak memakai sebuah variable yang dideklarasikan sebelumnya. program anda tidak akan dapat dioperasikan (atau di run), dan anda akan menerima pesan error yang memberitahu anda bahwa anda telah melakukan kesalahan.

Berikut adalah beberapa contoh deklarasi variable:int x;int a, b, c, d;char letter;float the_float;
Walaupun anda boleh memiliki banyak variable dengan jenis yang sama, anda tidak dapat memiliki variable dengan nama yang sama. Begitu pula anda tidak dapat memiliki variable dan fungsi dengan nama yang sama.#include <> intmain() { int thisisanumber; cout<<"Please enter a number:"; cin>>thisisanumber; cout<<"You entered: "<>> membaca sebuah nilai ke dalam thisisanumber; user harus menekan tombol enter sebelum bilangan bias dibaca oleh program. Ingatlah, bahwa variable yang telah dideklarasikan adalah sebuah integer; jika user cenderung nmenulis bilangan decimal, itu akan diproses dengan tidak tepat (sebab komponen desimal dari bilangan itu akan ditolek). 

Cobalah menuliskan satu baris karakter atau bilangan desimal ketika anda mengoperasikan program diatas; hasil yang didapat bervariasi dari input ke input, tetapi bila tidak ada masalah akan tampak bagus. Ingatlah ketika mencetak sebuah variabel, tanda quotation tidak dipakai. Apabila ada tanda quotation, maka hasilnya adalah "You Entered: thisisanumber."


Apabila tanda quotation dihilangkan, maka kompiler akan menganggap itu sebuah variabel, dan karena itu program akan melakukan pengecekan atas nilai variabel agar dapat mengganti nama variabel dengan variable pada saat eksekusi fungsi output. Jangan bimbang dengan adanya dua operator pemasukan dalam satu baris program. Anda bisa juga memasukan beberapa operator pemasuka dalam satu baris selama tiap operator pemasukan menghasilkan output yang berbeda; anda perlu memisahkan literal string (yaitu string yang tertutup dalam tanda quotation) dan variabel dengan menaruh masing masing operator pemasukannya (each insertion operators) (yaitu tanda <<). Bila anda hendak mencoba untuk meletakan dua variabel bersama sama dalam satu baris program seperti tanda <;<; hasilnya adalah pesan eror; maka janganlah melakukan itu.


Jangan lupa untuk mengakhiri fungsi fungsi dan deklarasi dengan sebuah tanda semicolon. Jika anda lupa memberi tanda semicolon, kompiler akan memberi anda sebuah pesan eror pada saat anda melakukan kompilasi program anda. 



By@Si OTAK MATI

Minggu, 20 Maret 2011

Dasar Elektronika Analog dan digital

  Sebenarnya saya blom banyak tau tentang elektronika analog dan digital.ya maklum pembljaran saya gk pernah masuk  sekolah pas waktu jam pelajaran elektronika analoag terserbut.ok duech tanpa buang buang waktu ini langsung saya kasih link untuk mendownload modol yang dolo pernah dikasih oleh guru besar saya sewaktu SMKN dolo..silahkan temen temen langsung ajach baca Disini




By@Si OTAK MATI

Teknik dan Strategi Pembangunan Algoritma Paralel

Add caption

Sekalipun didukung oleh teknologi prosesor yang berkembang sangat pesat, komputer sekuensial tetap akan mengalami keterbatasan dalam hal kecepatan pemrosesannya. Hal ini menyebabkan lahirnya konsep keparalelan (parallelism) untuk menangani masalah dan aplikasi yang membutuhkan kecepatan pemrosesan yang sangat tinggi, seperti misalnya prakiraan cuaca, simulasi pada reaksi kimia, perhitungan aerodinamika dan lain-lain.
Konsep keparalelan itu sendiri dapat ditinjau dari aspek design mesin paralel, perkembangan bahasa pemrograman paralel atau dari aspek pembangunan dan analisis algoritma paralel. Algoritma paralel itu sendiri lebih banyak difokuskan kepada algoritma untuk menyelesaikan masalah numerik, karena masalah numerik merupakan salah satu masalah yang memerlukan kecepatan komputasi yang sangat tinggi.
Untuk dapat mengadaptasi suatu algoritma sekuensial ke dalam algoritma paralel, terlebih dahulu harus dipelajari mengenai konsep pemrosesan paralel dan bagaimana proses-proses dapat berlangsung secara paralel. Konsep pemrosesan paralel secara tidak langsung melibatkan studi mengenai aristektur komputer paralel. Karena itu tulisan ini akan membahas mengenai konsep paralel dan arsitektur komputer paralelnya, terutama arsitektur multikomputer. Dimulai dengan pengelompokkan Flynn, Arsitektur Komputer Paralel, Konsep Paralelisme, Pembangunan Algoritma Paralel, Konsep Proses dan Proses Komunikasi . download disini


By@Si OTAK MATI

Get The Binary Code

Introduction
Dalam Dunia Informatika, Pengkodean Binary sangat penting dimana segala aspek dari Mata Kuliah dalam Jurusan Informatika banyak bermain-main mengenai Biner. Diantaranya Mata Kuliah yang telah saya Dapatkan ialah: “Matematika Diskrit”, “Logika Matematika”, “Organisasi Komputer”, “Arsitektur Komputer”, “Jaringan Komputer”, dll (dan lupa lagi).


Welcome To The Begin
Binary Code terdiri dari dua nilai, yaitu “0” dan “1” dimana kedua nilai tersebut membangun nilai yang kita ketahui; sebagai contoh “HeXa”, “Desima”, “Octal”, dll.
Biner terdiri dari beberapa Bit, biasanya yang digunakan ialah kelipatan 4.
0000 0000 0000 0000 0000 0000 ...

Misalkan Biner yang memiliki jumlah 8 bit dimana terdiri dari 0 s/d 7 bit yang berjumlah 8. Kita akan mendapatkan nilai desimal dari deretan 8 bit Biner (0 s/d 7), lalu dengan perhitungan masing-masing bit menggunakan rumus 2i , dimana i=0...7.  Desimal yang akan didapatkan dari 8 bit binary code ialah rentang dari 0 s/d 255 dengan nilai desimal yang akan didapatkan dari jumlah perhitungan bit biner yang bernilai 1.Setelah anda memahami konsep dasar dari konversi diatas, masalah sebenarnya dari Artikel ini ialah bagaimana mendapatkan Nilai Binari dari Desimal.

Seperti konsep diatas, nilai Binary akan didapatkan dengan membagi sisa 2 (div 2) dari nilai yang kita masukan. Jika nilai desimal yang dibagi memiliki sisa, maka nilai binary-nya ialah 1. dan jila desimal habis dibagi maka nilai Binary-nya ialah 0. perhitungan itu terus hingga nilai desimalnya habis. Nilai binary yang didapatkan selalu diletakan dari beakang ke depan.

Go to The Point
Dalam Pembahasa ini, Penulis akan Berusahan Menjelaskan Bagai mana mendapatkan Nilai Biner dengan Bahasa C++. Walau sebenarnya Windows yang anda gunakan memiliki fasilitan Konversi di Kalkulator... ^^ (so, source ini hanya buat orang yang ingin tahu).

Nah... setelah kita bisa mendapatkan Binary Code dan membagi nilai Desimal, maka Point yang sebenarnya yang ingin saya bahas ialah Binary Code dari Mesin Papan Ketik / Keyboard yang biasa anda ketikan. Atau mungkin Binnary Kode dari suatu “huruf”, “kata”, “kalimat”, bahkan “paragraf” ...

Mungkin anda telah mengetahui bahwa, setiap tombol atau karakter di Keyboard memiliki nilai HeXa. Dimana nilai HeXa terdiri dari :

0h, 1h, 2h, 3h, 4h, 5h, 6h, 7h, 8h, 9h, Ah, Bh, Ch, Dh, Eh, Fh, ..., FFh,...

Anda bisa liat nilai masing-masing karakter di program bawaan windows
yang bernama “Character Map” .
dimana sebagai contoh;

A=41h, B=42h, C=43h, ... , a = 61h, b=62h, c=63h, ....

Sehingga dari Hexa, kita bisa dapatkan nilai Desimal.

Saya akan membahas langsung dari Source Programnya. Kebetulan saya menggunakan C++. Get the Point...
bila anda ingin membacanya secara lanjut dan ingin mendownloadnya silahkan Klik disini




By@Si OTAK MATI

Matematika Biner

1. Kata-Kata Introduksi

Teman-teman sekalian pada tulisan kali ini penulis akan akan mengajak anda untuk membahas tentang Matematika Biner (kali ini? Wah, serasa banyak saja tulisan yang udah dibuat ☺), yaitu sebuah konsep penghitungan binary berbasis dua, dimana hal ini nantinya akan berkaitan dengan proses komputasi logika sebagai prinsip kerja mesin komputer.
Matematika biner selalu disajikan sebagai mata kuliah pengantar bagi anda yang berdisiplin ilmu komputer, biasanya diajarkan dalam mata kuliah Data Processing (Pemrosesan data), Pengantar Organisasi Komputer (POK) dan mata kuliah Matematika Diskret (Madis). Dalam pengajaran beberapa mata kuliah juga mengandung unsur-unsur penghitungan biner ini, akan tetapi tidak terlalu mutlak.
Jika anda berminat untuk mempelajari konsep jaringan, setidaknya anda harus mengerti konsep IP Address dimana anda diwajibkan tahu untuk pengubahan dari biner ke desimal ataupun dari desimal menjadi biner. Hal ini berkaitan langsung dengan kelas jaringan dan subenetting.
Beberapa contoh pada tutorial ini disajikan sangat sederhana, dengan tujuan agar lebih mudah memahaminya. Dan penulis juga menyinggung sedikit tentang sejarah kata menghitung dan berhitung. Membosankan? Tentu saja ☺. Jadi disarankan kalau memang anda malas untuk membaca sejarahnya, silahkan langsung pada praktiknya.
Selamat membaca, dan nikmatilah kepusingan anda! Ops.. Hampir lupa, tulisan ini ditujukan untuk kamu yang Newbie (baca: pemula!)
2. Konsep Menghitung dan Berhitung
Berhitung adalah cabang dari matematika. Tetapi sekalipun sebagai cabang, berhitung telah menelusuri seluruh tubuh matematika. Anda bisa lihat metoda berhitung ini ada pada aljabar, dalam ilmu ukur (geometri), di teori kemungkinan (probabilitas), statistika, analisis, teori fungsi, topologi, dan hampir keseluruhan batang tubuh matematika (hihihi.. seperti UU aja yah ☺ )
Jika anda lirik kamus Webster’s New Third International Dictionary, kata berhitung dirumuskan sebagai “cabang matematika yang berkenaan dengan sifat dan hubungan bilangan-bilangan nyata dan dengan perhitungan diantaranya, terutama berkenaan dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian”. Sementara pada kamus Concise Oxford English Dictionary dan American Encyclopedia dengan singkat mengartikan berhitung sebagai “ilmu tentang bilangan”.
Mari kita kembali ke zaman Yunani Kuno, yang telah mengenal kata berhitung sejak zaman tarikh masehi. Mereka menamakan berhitung dengan kata arithmetike, suatu istilah yang diturunkan dari kata arithmos yang berarti “bilangan” dan techne yang berarti “ilmu pengetahuan”.


3. Matematika Biner
Pada system bilangan desimal, anda pasti akan sangat mudah menandai dan menghitung, karena memang hal ini berkenaan dengan perhitungan sehari-hari. Penulis tidak menklaim bahwa perhitungan biner itu susah, akan tetapi lebih terutama karena faktor kebiasaan saja. Sebagai contoh dari bilangan desimal, untuk angka 157:
157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)
Perhatikan! Sekarang anda tahu mengapa bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10 bukan? Benar. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 100, 101, 102, dlsb (dan lainnya saya bingung.. ☺).
Untuk lebih jelasnya, penulis akan ajak anda mengetahui bagaimana penjumlahan, pengurangan, dan perkalian bilangan biner. Penulis juga akan mengajak anda semakin pusing dengan menerapkan gagasan komplemen pada konsep pengurangan biner. Dalam setiap kasus, supaya anda tidak semakin bingung, penulis juga akan menyertakan bilangan desimal diantaranya.
3.1. Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal
Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2) menggunakan perpangkatan 2x. Sederhananya anda perhatikan contoh di bawah ini!
Untuk Desimal:
14(10) = (1 x 101) + (4 x 100)
= 10 + 4
= 14
Untuk Biner:
1110(2) = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20)
= 8 + 4 + 2 + 0
= 14
Tentu saja anda masih bingung dengan konsep tersebut, akan tetapi jika anda melihat susunan dibawah ini bingung anda akan sirna. Diharapkan pada sub bagian ini anda benar-benar memahami bagaimana konsep pengubahan dari biner ke desimal sehingga nantinya anda tidak akan mengalami kesulitan pada materi selanjutnya yaitu pada proses penambahan, pengurangan, maupun perkalian.
Bentuk umum dari bilangan biner dan bilangan desimal adalah :

Eits...Saya sudah dikasih oleh dosen saya softcopy nya berupa PDF silahkah langsung ajach temen-temen  Download disini



By@Si OTAK MATI

 
Design by Free NATTA Themes | Powerted by NATTA - Premium WordPress Themes | SiotakMati Corpuration