Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Tangisan Anak Haram

Teruntuk Bundaku tersayang...

Dear Bunda


Bagaimana kabar bunda hari ini ?

Semoga bunda baik-baik saja

Nanda juga disini baik-baik saja bunda

Allah sayang banget deh sama nandae

Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda,

Sebagai bukti cinta nanda sama bunda.



Bunda,

Ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami,

walaupun hanya sesaat.



Bunda,

Sebenarnya nanda ingin lebih lama nebeng di rahim bunda,

Ruang yang kata Allah paling kokoh dan paling aman di dunia ini.

Tapi rupanya bunda tidak menginginkan kehadiaran nanda.

Jadi sebgai anak yang baik,Nanda pun rela menukarkan kehidupan nanda demi kebahagiaan bunda.

Walaupun dulu, waktu bunda meluruhkan nanda,sakit banget bunda.

Badan nanda rasanya seperti tercabik - cabik.

Dan keluar sebagai gumpalan darah yang menjijikkan.

Apalagi hati nanda nyeri, merasaseperti aib yang tidak dihargai dan tidak diinginkan.



Tapi nanda tidak kecewa kok bunda.

Karena dengan begitu, bunda telah mengantarkan nanda untuk bertemu dan dijaga oleh Allah.

Bahkan nanda dirawat dengan penuh kasih sayang didalam surga-Nya.



Bunda,

Nanda mau cerita.

Dulu nanda pernah menangis dan bertanya kepada Allah.

Mengapa bunda meluruhkan nanda saat nanda masih berupa wujud yang belum sempurna dan membiarkan nanda sendirian disini ???????

Apa Bunda tidak sayang sama nanda ???????

Bunda tidak ingin mencium nanda ????????

Atau jangan - jangan karena nanti nanda rewel dan suka ngompol sembarangan ??????



Lalu Allah bilang, Bunda kamu malu Sayang.

Kenapa Bunda malu ?????

Karena Bunda kamu takut kamu dilahirkan sebagai anak haram.

Anak haram itu apa ya Allah ??????

Anak haram itu anak yang dilahirkan tanpa Ayah.

Nanda bingung dan bertanya lagi sama Allah,

Ya Allah, Bukannya setiap anak itu pasti punya Ayah dan Ibu ?????

Kecuali nabi Adam dan Isa ?????

Allah yang maha tahu menjawab Bahwa Bunda dan Ayah memproses nanda bukan dalam ikatan pernikahan yang syah dan Allah Ridhoi.

Nanda semakin bingung dan akhirnya nanda putuskan untuk diam.



Bunda,

Nanda malu terus - terusan nanya pada Allah.

Walaupun Allah selalu menjawab semua semua pertanyaan nanda.

Tapi, Nanda mau nanyanya sama bunda aja,

Pernikahan itu apa cih ?????

Kenapa Bunda tidak menikah aja dengan Ayah ????

KEnapa Bunda membuat Nanda menjadi anak haram ??????

Dan Mengapa Bunda mengusir Nanda dari rahim Bunda ????

Dan Tidak memberi kesempatan Nanda hidup di dunia dan berbakti kepada Bunda ??????

Hehehe, Maaf ya bunda, Nanda bawel banget.

Nanti saja, Nanda tanyakan Bunda kalau kita ketemu.



Oh ya Bunda,

Suatu hari Malaiokat pernah mengajak jalan - jalan Nanda ke tempat yang katanya bernama Neraka.

Tempat itu sangat menyeramkan dan sangat jauh berbeda dengan tempat tinggal Nanda di surga.

Di situ banyak orang yang dibakar pake api loh Bunda.

Minumnya juga pake nanah dan makannya buah - buahan aneh, banyak durinya.

Yang paling parah, ada perempuan yang ditusuk dan dibakar kayak sate getu.

Serem banget deh Bunda.



Lagi Ngeri - ngerinya , tiba - tiba Malaikat bilang sama Nanda.

Nak, kalau Bunda dan Ayahmu tidak bertaubat, kelak disitulah tempatnya.

Di situlah orang yang berzinah akan tinggal dan di siksa selamanya.

Seketika itu Nanda menangis dan berteriak - teriak memohon agar Bunda dan Ayah jangan dimasukkan ke situ.



Nanda sayang Bunda...

Nanda kangen Bunda dan ingin bertemu dengan Bunda...

Nanda ingin merasakan belaian tangan Bunda...

Dan Nanda ingin kita tinggal di surga...

Nanda takut Bunda dan Ayah kesakitan seperti orang - orang itu...



Lalu dengan lembut Malaikat berkata....

Nak, kata Allah kalau kamu sayang,

Mau bertemu dan ingin Ayah Bundamu tinggal di surga bersamamu,

tulislah surat untuk mereka....



Sampaikan berita baik bahwa biar nanda bertemu dan berbakti kepada orang tua.

Nanda juga mohon banget sama bunda,

Jangan sampai adik - adik nanda mengalami nasib yang sama dengan nanda.

Biarlah nanda saja yang merasakan sakitnya ketersia - siaan.

Tolong ya Bunda, kasih adik kesempatan untuk hidup di dunia menemani dan merawat bunda saat bunda tua kelak.



Sudah dulu ya Bunda.....

Nanda mau main - main dulu di surga.

Nanda tunggu kedatangan Ayah dan Bunda di sini.

Nanda sayang banget sama bunda .....

Muach .............................................

  Itu tadi cerita yang aku dapat di pesan masuk Facebook yang tlah dikirim oleh salah satu temen saya!!miris bacanya,kasihan bangetz yach disatu sisi banyak orang" tua yang ingin kan anak karna tidak dikasih keturunan tetapi di satu sisi ada yang membunuh anaknya karna kesalahan orang tuanya sendiri!!saya sebagai anak dari orang tua saya maarah dengar hal itu karna kenapa sellu anak yang kenak getah dari perbuatan yang orang tua lakukuan???


By@Si OTAK MATI

Jumat, 11 Maret 2011

Nikahilah wanita karena...?????

Ada sebuah hadits Rasulullah SAW, bunyinya kira-kira begini : “Nikahilah wanita karena empat alasan. Pertama karena hartanya, kedua karena kecantikannya, ketiga karena keturunannya dan keempat karena agamanya. Maka pilihlah wanita karena agamanya (yang baik).”
Bertahun-tahun, aturan ini dipakai oleh banyak laki-laki sholeh dalam memilih jodoh. Dengan latar belakang apapun, harta melimpah atau sederhana, wajah ganteng atau biasa saja, keluarga ningrat atau kawula alit, mereka mengedepankan agamanya yang baik sebagai syarat jodohnya.
Semakin berkembangnya waktu, ada sebuah hal yang menarik yang kemudian membuat saya mengambil teori baru. Ada perubahan ‘aturan’ yang diperintahkan oleh Rasulullah dalam memilih istri. Menikahi wanita, memang dengan landasan empat perkara, yaitu karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya dan karena agamanya. Tapi alasan utama memilih istri bukan lagi karena agamanya yang baik, tapi sesuai dengan urutan, yaitu dari hartanya, kecantikannya, keturunannya, baru agamanya. Yang lebih fenomenaal lagi adalah, nikahilah wanita karena HARTA nya.
Ada argument yang membuat saya menyatakan ini. Menikahi wanita karena hartanya, seakan-akan menyempurnakan segalanya. Coba saja anda menikahi wanita kaya (kaya secara pribadi atau kaya secara keluarga). Kita semua tentu maklum, sebagian besar wanita (masih ada segelintir yang tidak) sangat mendambakan memiliki wajah dan penampilan yang menarik. Kalo pada dasarnya cantik, maka tanpa perlu atau hanya sedikit dipoles maka akan kelihatan cantik. Tapi bagaimana yang wajahnya biasa saja atau bahkan cenderung jelek? Maka jalan pintas menjadi cara paling mudah. Tak terhitung berapa banyak wanita yang rela mengeluarkan ratusan ribu atau jutaan (bahkan mungkin miliaran) rupiah untuk memoles agar kelihatan cantik, baik secara instan, atau berkala. Ribuan wanita mengantri menjadi pasien bedah plastik, klinik suntik botox atau salon kecantikan. Belum termasuk konsumen obat pelangsing, cream pemutih wajah dan tubuh, serta alat dan barang kosmetik lainnya. Coba anda hitung saja, biaya cream pemutih wajah satu paketnya sekitar 60 – 100 ribu rupiah, bertahan hanya selama 7-10 hari. Dengan promosi bahwa sanggup memutihkan wajah selama 6 minggu, maka dibutuhkan pemakaian sebanyak 5-6 paket. Artinya, seorang wanita membutuhkan biaya sekitar 300 – 400 ribu per bulan untuk membuat wajahnya kelihatan putih (meski belum pasti akan putih). Belum juga dihitung dengan barang kosmetik pendukung lainnya semisal pelembab, eye shadow, lipstick dll yang memakan anggaran hampir sama dengan cream pemutih wajah. Padahal, jika penggunaan kosmetik yang jika menunjukkan hasil wajah putih dihentikan, maka wajahnya akan kembali sedia kala seperti sebelum menggunakan cream. Nah pertanyaannya adalah, wanita mana yang bersedia menganggarkan sekitar 800 ribu per bulan (dan akan bertambah mengikuti fluktuasi harga) selama hidupnya hanya untuk urusan “dempul” wajah, jika bukan orang yang mempunyai uang berlebih.
Pun sama dengan cara instan, sekali suntik botox misalnya, atau urusan ke salon, bahkan sampe operasi pembesaran (atau kalo sudah dibesarkan, karena merasa kebesaran akhirnya dikecilkan) bagian tertentu wanita, penarikan kulit keriput serta pengangkatan sel kulit mati, sudah barang tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yang akan berlangsung selama hidup.
Artinya, dengan menikahi wanita yang kaya, maka urusan cantik, mungkin saja bisa didapatkan.
Lalu bagaimana dengan alasan keturunan? Keturunan yang dimaksud disini adalah keluarga atau kalau saya boleh menspesifikkan adalah derajat keluarga (meskipun ada juga yang menyatakan bahwa keturunan disini adalah berasal dari keturunan keluarga baik). Di negeri ini, bahkan diseluruh penjuru bumi, maka orang kaya dianggap memiliki derajat yang lebih tinggi dibanding orang biasa atau orang miskin. Contohnya lihat saja kalo anda ke bank, jika anda mengajukan kredit pinjaman, anda hanya pakai sandal jepit, kaos oblong dan celana panjang lusuh, anda akan disuruh antri di lobby. Tapi jika anda datang diantar mobil mewah, berjas dan berdasi seakan mencitrakan diri sebagai eksekutif (yang kaya atau berlagak kaya), saat anda datang ke bank untuk melakukan pinjaman, saya jamin anda akan langsung diarahkan menuju ruang meeting atau ruang tunggu ekslusif (satu paradoks yang saya alami ketika datang ke bank hanya dengan baju biasa dan saat datang berikutnya menggunakan dasi).
Dengan mempunyai banyak harta, maka derajat juga akan terangkat. Dalam sebuah legenda Siti Nurbaya, ada satu sosok antagonis bernama Datuk Maringgih. Disebutkan bahwa dia ini adalah tukang rendahan dahulu kala, namun kemudian menjadi orang kaya. Meskipun bukan dari kalangan bangsawan atau tetua adat, justru para Sutan dan Pemimpin Nagari sangat menghormatinya dikarenakan kekayaan yang berlimpah. Hal yang membuktikan, bahwa dengan harta, maka derajat bisa dibeli.
Maka dengan harta melimpah, dasar untuk menikahi wanita karena keturunannya sudah tercapai.
Dan yang terakhir, alasan menikahi seorang wanita karena agama. Hal inilah yang sebenarnya diperintahkan oleh Allah, sebagai patokan dalam memilih istri. Namun sebenarnya, dasar agamapun bisa dibeli, gak percaya, mari saya tunjukkan fakta.
Negara kita adalah Negara yang sebagian besar penduduknya adalah masyarakat feodal, bukan hanya di desa, tapi juga ada di kota. Saya pernah menulis, keheranan saya dengan sikap (maaf) golongan habaib yang enggan bersalaman secara sempurna dengan jamaahnya. Seorang habaib diartikan adalah keturunan Rasulullah SAW. Para habaib ini, sering hanya sekedar menyentuhkan ujung jarinya kepada orang lain saat bersalaman, bahkan sering tidak bersentuhan sama sekali. Inilah ciri masyarakat tradisional Indonesia, yang merasa bahwa seorang habaib sebagai keturunan langsung Rasulullah, maka dengan bersalaman saja akan mendapatkan berkah. Padahal semestinya kita ingat, bahwa Rasulullah tak lebih dari seorang manusia biasa yang diberikan keistimewaan sebagai pembawa Risalah Allah dimuka bumi, sehingga Allah begitu mengasihinya. Jika mengharap ridha Allah dan mencintai Rasulullah, mengapa kita tidak berdoa langsung kepada Allah. Jika kita mecintai Rasulullah, mengapa kita tidak bersholawat atas dirinya secara langsung dan bukan mencari perantara lewat manusia lain yang derajatnya tidak lebih tinggi dari Rasulullah??
Kembali ke tema, tipikal masyarakat kita adalah feodal, selain dengan uang, maka derajat juga bisa dibeli dengan “label”. Label itu adalah Haji. Seseorang dengan gelar haji, saya jamin akan meningkatkan ‘gengsi’ dan statusnya (Udah liat film ‘Emak Pengen Naik Haji’ khan??), selain itu seseorang yang sudah naik haji akan dianggap orang yang sudah mengerti agama dengan baik (sesuai dengan konsekuensi gelar haji tersebut). Dengan kata lain, Haji = Sholeh (Hajjah = Sholehah).
Oleh karena itu pula, seseorang dengan gelar haji, biasanya akan merubah penampilan. Kalo dulu kemana-mana gak pernah pake peci, sekarang setiap keluar rumah selalu menggunakan peci haji dan baru akan menoleh jika disapa “pak haji”. Atau bagi wanita, jika dulu sebelum naik haji belum berhijab, setelah naik haji maka mulai kerudungan atau berjilbab, meski kadang keluar rumah di teras justru tak berjilbab (padahal, jilbab ini tidak mengenal aturan haji, kalo sudah baligh, ya langsung berjilbab meski belum haji)
Ini konsekuensi dari gelar haji/hajjah yang disandang. Artinya, derajat naik karena “label”. Sekarang permasalahannya, coba anda perhatikan berapa biaya haji di Indonesia. Pasti anda paham, bahwa butuh bertahun-tahun bagi orang yang hidup biasa-biasa aja untuk menabung biaya haji. Tapi hanya butuh sepuluh detik untuk satu tanda tangan di selembar cek / slip transfer, bagi orang kaya untuk mendapatkan kursi haji.
Bahkan jika sudah lunas biaya haji pun, butuh 3-4 tahun bagi orang yang hidup biasa-biasa saja agar dapat berangkat haji karena waiting list yang panjang. Tapi bukan menjadi masalah bagi orang kaya, karena jatah Haji Ekslusif alias ONH Plus tentu saja dengan biaya yang berlipat dibanding biaya normal, dengan mudah dilunasi secara singkat.
Dan ketika musim haji telah berlalu dan anda mendapatkan gelar haji/hajjah, maka anda dianggap orang yang telah mengerti agama.
Dengan menikahi wanita yang kaya, maka anda mendapatkan harta, kecantikan, derajat dan agama.!!
Teori ngawur??? terserah anda mendefiniskannya

By@ si OTAK MATI

Dinding Ku

kekecewaan...
ketidakpuasan...
kekesalan....
Terangkum dalam paku amarah
kembali.....
kau tancapkan paku itu
di dinding hatiku....
Kata ma'af hanya bisa mencabutnya
namun tak kan menghilangkan bekasnya
di dinding hatiku......
Kembali....
untuk yang kesekian kalinya
hingga kau pun lupa mencabutnya
Dinding itu telah penuh
dengan paku dan bekas-bekasnya
hampir runtuh.....
Maafkan....
karna dinding hatiku
tak sekokoh dinding rumah kita.....

By@ si OTAK MATI

Langit dan Bumi

takkan ada yang disebut langit jika tanpa bumi
begitupun sebaliknya
keduanya memang saling berjauhan
namun hakekatnya adalah satu
pecahnya awan menjadi hujan
adalah pengobat rasa rindu langit terhadap bumi
bumi pun basah, subur menghasilkan aneka tumbuhan
ketika bumi kepanasan, langit menyediakan awan
tatkala bumi dilanda kegelapan, langitpun menyajikan indahnya sinar bulan
dan kerlip bintang.
interaksi yang unik dan indah........
-----18 oct 2006 ----
'terima kasih tlah menjadi langit bagiku'



By@ si OTAK MATI

Muhasabah

Allohumma Sholi wassalim Wabarik ala sayyidina Muhammad wa 'ala Alihi
Washohbihi azma'in.
(Ya Alloh sampaikanlah sholawat, keselamatan, keberkahan untuk kekasih kami Muhammad Saw dan kepada seluruh sahabat-sahabatnya)

Allohumma yaa Robbana, Robbana dzolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin.
(Wahai Tuhan kami, kami telah dzalim terhadap diri-diri kami dan apabila Engkau tidak mengampuni kami
niscaya kami akan termasuk orang-orang yang merugi)

Wahai Alloh, wahai Yang Maha Mendengar, inilah kami, diri yang tubuhnya kotor berlumur dosa,
yang hidupnya berselimut aib, kini berada dihadapan-Mu.
Ampuni Ya Alloh sebusuk apapun kehidupan yang pernah kami lalui.
Ampuni sebanyak apapun dosa-dosa yang melumuri tubuh kami,
Hapuskan Ya Alloh, segelap apapun masa lalu kami.

Ya Alloh, wahai Yang Maha Pengampun, kami datang kepada-Mu Ya Alloh,
Kami ingin hidup kami berubah. Gantikan segala kebusukan kami menjadi kesucian dalam pandangan-Mu, gantikan segala kegelapan dengan cahaya-Mu Ya Alloh, gantikan segala kedzaliman kami menjadi hidayah taufik-Mu,
gantikan Ya Alloh segala kehinaan kami dengan kemuliaan di sisi-Mu.

Ya Alloh, ampuni dan selamatkan Ibu-Bapak kami Ya Alloh, kami mohon di waktu mustajabnya doa ini
Ya Alloh, selamatkan Ibu-Bapak kami.
Apalagi yang dapat kami lakukan Ya Alloh, beri Hidayah dan Taufik Mu Ya Alloh.
Jadikan mereka orang yang soleh sampai akhir hayat, jadikan akhir hayatnya Khusnul
Khotimah, lapangkan kuburnya, jadikan ahli surga -Mu,
Ya Alloh selamatkan dan ampuni orang tua kami Ya Alloh.

Allohummagfirlana waliwalidina warhamhum kama robbaunna sighoro,
(Ya Alloh ampunilah dosa-dosa kami dan kedua orang tua kami, sayangilah mereka seperti
mereka telah menyayangi kami diwaktu kecil)

Ya Alloh selamatkan keluarga kami Ya Alloh,

Robbana Hablana min ajwajina wadzuriiyatina kurrata 'ayyun waj'alna
lilmutaqiina imama.
(Wahai Tuhan Kami Karuniakan kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menyejukan mata dan jadikan mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)

Ampuni Ya Alloh, para suami yang pernah mendzalimi istri dan anak-anaknya.
Juga ampuni para istri yang telah mengkhianati keluarganya.
Ampuni jikalau kami salah mendidik keluarga dan anak-anak kami Ya Alloh.
Utuhkan kami didunia mulia, utuhkan kami di Surga-Mu, Ya Alloh.

Ya Alloh selamatkan anak-anak kami, muliakan akhlaknya, kuatkan imannya.
Berikan Ya Alloh, yang lebih baik dari pada yang kami dapatkan. Jadikan ahli
mulia dunia, ahli Surga-Mu mulia, Ya Alloh.

Ya Alloh selamatkan kaum muslimin walmuslimat, mukminin walmukminat,
khususnya para guru-guru kami Ya Alloh, para ulama yang menuntun kami
mengenal-Mu.

Ya Alloh tolonglah saudara-saudara kami yang dhuafa, berikan
kami kemampuan untuk mencukupi, berikan kami rizki yang halal berkah
melimpah Ya Alloh, jadikan kami ahli shodaqah, jadikan hidup kami ahli
zuhud.

Ya Alloh, tolonglah saudara-saudara kami yang ada dalam kesempitan, berikan
kelapangan Ya Alloh. Tolonglah saudara kami yang difitnah, dihina,
didzalimi, berikan keteguhan iman Ya Alloh, kekuatan dan kemenangan.

Tolonglah bangsa kami Ya Alloh, telah terlalu lama bangsa kami terhina.
Bangkitkan ummat Mu Ya Alloh, karuniakan para pemimpin yang Engkau ridhoi,
jauhkan dari para pemimpin yang Engkau murkai.

Allohumaghfirlil mukminin wal mukminaat, muslimin walmuslimat al ahyaa' i
minhum wal amwat. (Ya Alloh Ampunilah Dosa orang-orang mukmin dan mukminat
muslimin dan muslimat yang masih hidup dan yang sudah wafat)

Ya Alloh, terimalah sekecil apapun amal ibadah kami...
Ya Alloh Ampuni sebesar apapun dosa kami

Allohumma inna nas aluka ridhoka waljannah wana'udzubika min sakhatika
wannar.
(Ya Alloh Kami memohon kepada-Mu ridho dan surga-Mu dan kami berlindung dari keburukan dan siksa neraka)

Ya Alloh hanya Engkaulah tempat kembali kami, hanya Engkaulah Yang Maha Tahu
sisa umur kami, berikan kesempatan bagi kami Ya Alloh, untuk mempersembahkan
yang terbaik dari hidup ini agar bermanfaat bagi orang lain.

Robbana attinna fiddunnya hasanah wafilakhirati hasanah waqina 'azzabannar.
Wa adkhilnal jannata ma'al abrori, ya azizu, ya ghafar, ya robbal 'alamin.
Subhana rabbika rabbil 'izzati amma yasifun wasalamun 'alal mursalin,
walhamdulillahirobbil'alamin.


By@ si OTAK MATI

sabar dan sukur

Dua kata yang sangat sederhana namun sarat makna, yang mudah untuk diucapkan namun sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri bahwa 2 kata itulah kunci kebahagian dan ketenangan hidup yang diajarkan dalam Al Qur'an dan di contohkan oleh Baginda Rosul Muhammad Saw.
Meski jatuh bangun, jalan menuju sabar dan syukur tetap harus ditapaki....
“ya Allah, jadikanlah aku ridho thd apa2 yg Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa2 yg telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa2 yg Engkau tunda dan menunda apa2 yg Engkau segerakan”
“Ya Allah, jadikanlah setiap tetes keringat yang menetes hanyalah untuk ridho-Mu, jadikanlah setiap derai air mata yang terurai hanya karena-Mu, jadikanlah awal dan akhir hidupku sebagai yg terbaik untuk-Mu, jadikanlah setiap keping uang sebagai rizqi halal dari-Mu, jadikanlah dari setiap peser infaq sebagai tabungan akhiratku untuk berjumpa dengan-Mu"
"Ya Rabb, jadikanlah hatiku tenteram bersama-Mu, jadikanlah lebih tenteram dan damai nantinya dengan teman hidup dari anugerah-Mu"
"Duhai penguasa hati, jadikanlah pendamping hidupku kelak seorang yg setia kepada-Mu, yang dengan kesetiaan dariMu itu maka ia pun menjadi setia untukku"
“Dan jadikanlah setiap detik yang kami lalui sarat dengan rahmat dan ampunan-Mu, berikanlah kami keteguhan iman dan keikhlasan dalam menapaki jalan-Mu....kokohkanlah setiap tali2 ikatannya, abadikanlah setiap curahan rona rembulan kasih sayangMu, sinarilah liku2 jalan hidup kami dengan Nur cahayaMu yang tak pernah redup sesaatpun, hindarkanlah kami dari awan gelap gulita yang menutupi sinaran Nur cahayaMu, yg mbuat kami salah melangkah, salah berbelok, atau salah berjalan…sesungguhnya hanya Engkau sebaik2 penolong dan sebaik2 pelindung
"Ya Allah, jadikanlah anak2 ku kelak sholeh/ah sebagai penuntun hidupku kepada-Mu"
"Ya Rabb, jadikanlah khusnul khatimah sbagai penutupku untuk berjumpa dengan-Mu, jadikanlah firdaus sbagai sebaik2 tempat kepulanganku untuk berjumpa dengan-Mu.............meski kutau terlalu banyak dosa dan khilafku
“Ya Allah, jadikan hamba selalu istiqomah dijalanMu.Terangi hati hamba dgn nur CahayaMu yg tdk pernah redup.Bimbinglah setiap langkah hamba. Ampuni kekhilafan hamba selama ini………”
Allohumma Amiin (-_-)


By@ si OTAK MATI

kebahagiaan yang Hakiki

Apa sih yang diharapkan dari suatu pernikahan? pasti semua akan serempak mengharapkan pernikahan yang langgeng dan bahagia. Apakah pernikahan yang langgeng itu pasti bahagia? atau apakah pernikahan yang bahagia itu pasti akan langgeng? Lalu apa hubungannya kebahagiaan dan kelanggengan dalam rumah tangga?

Ada pasangan suami istri yang hidup berkecukupan, tak kurang suatu apapun bahkan bergelimang harta, namun tidak mampu mempertahankan pernikahannya. Padahal dari segi materi bisa dikatakan mereka cukup bahagia. Kebahagiaan materi teraih tatkala semua kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Jelas terbukti bahwa kebahagia materi tidak menjamin kelanggengan pernikahan. Ini semua disebabkan karena ikatan yang terjalin dalam suatu pernikahan hanya sebatas ikatan materi yang tidak cukup kuat mengikat dua hati agar menyatu.

Lain halnya dengan pasangan suami istri yang menganggap bahwa pernikahan itu merupakan ikatan spiritual. Kebahagian spiritual ini tercapai bila salah satu atau kedua belah pihak menganggap bahwa pernikahan yang mereka jalani adalah perjalanan spiritual yang memerlukan pengorbanan dan amal sholeh yang kelak akan berbuah pahala di akherat.
Kebahagiaan spiritual ini cukup berpotensi untuk melanggengkan pernikahan. Namun demikian jenis kebahagian ini belum kokoh sifatnya. Bisa jadi salah satu pihak entah suami atau istri atau malah kedua-duanya merasa tersiksa dan menderita, karena mereka tetap berusaha keras mempertahankan pernikahan demi kebahagian pasangan, anak-anak dan demi memperoleh pahala dari Alloh SWT. Mereka menganggap bahwa dengan mengorbankan perasaan dan diri sendiri dapat menjadi ladang amal dan berbuah pahala nantinya. Sehingga pernikahan pun menjadi langgeng karena pengorbanan itu.
Sepertinya kebahagian spiritual juga belum cukup kokoh untuk menjadi tujuan perkawinan walaupun masih lebih baik dari pada kebahagiaan materi. Lalu kebahagiaan yang mana yang harusnya kita capai dalam suatu pernikahan? Tentunya ini ukuran ideal yang diharapkan setiap pasangan, kebahagiaan hakiki dimana kebahagian materi dan kebahagian spiritual dapat tercapai secara bersamaan.

Jadi tak cuma bahagia materi saja tapi juga secara spiritual. Jika hanya bahagia materi saja yang tercapai namun secara spiritual terabaikan pastilah rumah tangga akan berjalan timpang. Seakan ada ruang kosong yang kering dan belum tersentuh. dan potensi untuk goyah dan tidak langgeng sangat besar. Disinilah fungsi dan peran suami atau istri untuk saling mengisi kekosongan spiritual tersebut. Bukankan menikah itu menggenapkan setengah dien? artinya dengan menikah akan menggenapkan separuh agama dan dengan menikah itu kita harus terus mengisi dan menambah sisi sepiritual kita untuk menggenapkan separuh yang lain. Seperti kutipan hadist berikut:

"Dari Anas ra, dikatakan bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:“Siapa saja yang menikah, ia telah menguasai separuh agamanya. Hendaklah ia bertakwa (kepada Allah) atas separuh yang lain”. (Diriwayatkan oleh Ibn al-Jawzi)

Fungsi ini terutama sekali harus dimiliki oleh seorang suami sebagai qowwam yang bisa menambah sisi spiritual istri, agar istri terus berkembang. Insyaalloh dengan seperti ini sakinah, mawaddah dan rahmah dapat segera terwujud, karena sakinah itu hanya milik Alloh jadi kita pun harus dekat dengan Alloh.

Allohu a'lam bisshowwab

By@ si OTAK MATI

Membaca kemalangan

Ini kisah tentang seorang petani tua yang bekerja di ladangnya. Suatu
hari kudanya melarikan diri. Mendengar ini, tetangga si petani tua
datang mengunjunginya, dan dengan penuh simpati berkata, "Oh, petani
tua. Sungguh malang nasibmu."
Sang petani pun menjawab, "Mungkin saja."

Keesokan harinya, kuda itu kembali, bersama tiga kuda liar lainnya.
"Sungguh menakjubkan. Betapa beruntungnya nasibmu," seru tetangganya.
Sang petani menjawab, "Mungkin saja."

Hari berikutnya, anak si petani tua mencoba menaiki salah satu kuda yang
masih liar itu. Sang anak terlempar dari punggung kuda yang belum jinak
itu. Kakinya patah. Mendengar ini, tetangganya datang mengunjunginya
untuk memberi simpati atas kemalangannya,
"Oh, petani tua. Betapa malang nasibmu."
Lagi-lagi sang petani menjawab, "Mungkin saja."

Keesokan harinya, seorang pejabat militer datang ke desa dan menyerukan
kewajiban bagi setiap pemuda untuk berperang membela negara. Mengetahui
bahwa kaki anak laki-lakinya patah, pejabat militer itu pun melewatinya.
Para tetangga pun memberi selamat kepada si petani tua atas
keberuntungan nasibnya.
Sang petani tua pun menjawab, "Mungkin saja."

****

Pesan Moral:
Nasib baik dan buruk sebenarnya tergantung dari cara kita memandangnya. Sepanjang kita bersyukur, tidak pernah ada yang buruk yang datang dari-Nya.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. 2:216)


By@ si OTAK MATI

 
Design by Free NATTA Themes | Powerted by NATTA - Premium WordPress Themes | SiotakMati Corpuration